“ASUHAN KEPERAWATAN OPEN FRAKTUR HUMERI DEXTRA”

Pada hari Kamis 25 Juli 2019 pukul 12.30 WIB, RSU Sarila Husada mengadakan kerja sama dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mengadakan kegiatan ilmiah RTD (Round Table Discussion) dengan tema penatalaksanaan asuhan keperawatan pada pasien open fraktur humeri dextra. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan setiap dua minggu sekali, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan refresh ilmu tentang materi yang disampaikan. Adapun peserta yang diikutsertakan dalam kegiatan ini adalah rekan-rekan perwakilan dari seluruh unit di RSU Sarila Husada yang berjumlah 39 peserta.

Pada kesempatan ini, Narasumber memberikan penjelasan terkait fraktur humerus yang merupakan fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh benturan atau trauma langsung maupun tak langsung karena diskontinuitas atau hilangnya struktur dari tulang humerus. Terputusnya hubungan tulang humerus disertai kerusakan jaringan lunak (otot, kulit, jaringan saraf, pembuluh darah) sehingga memungkinkan terjadinya hubungan antara fragmen tulang yang patah dengan udara luar yang disebabkan oleh cedera dari trauma langsung yang mengenai lengan atas. Penyebab terjadinya fraktur adalah adanya trauma karena kecelakaan dari kendaraan, jatuh atau olahraga. Penatalaksanaan yang dapat diberikan dapat berupa pengurangan nyeri, propilaksis antibiotika & anti tetanus, debridement & irigasi, fiksasi & mobilisasi kemudian penutupan luka. Penanganan untuk fraktur dibagi menjadi dua yaitu secara operatif dan konservatif. Reduksi operatif dilakukan dengan alat fiksasi internal (ORIF) dalam bentuk pin, kawat, sekrup, plat paku, atau batangan logam ataupun dengan fiksasi eksternal (OREF) yang digunakan untuk mempertahankan fragmen tulang dalam posisinya sampai penyembuhan tulang yang solid terjadi. Menurut letak dan kerusakan jaringan yang berbeda pada masing-masing fraktur sehingga berbeda pula penanganan yang dapat dilakukan. Seperti pada fraktur Humeri yang dilakukan pemasangan ORIF (Open Reduction Internal Fixation).

Para peserta sangat tertarik dan antusias mengikuti dengan baik. Terbukti dengan banyak peserta yang memperhatikan dan mengajukan pertanyaan terkait cara penanganan yang berbeda – beda mengikuti letak dan kerusakan jaringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *